Saturday, January 8, 2011

Astronom Siap Saksikan Lahirnya Galaksi Baru

Teleskop pemantau lahirnya Galaksi Baru
Sebuah fasilitas teleskop sedang disiapkan untuk memantau ruang angkasa demi menyaksikan lahirnya galaksi ataupun bintang baru.

Cerro Chajnantor Atacama Telescope (CCAT), yaitu teleskop yang dibangun oleh astronom asal Cornell University, Amerika Serikat itu akan berlokasi di pegunungan Andes, Chile pada ketinggian 5.600 meter di atas permukaan laut.

Teleskop ini nantinya bisa digunakan oleh astronom dari seluruh dunia untuk memecahkan pertanyaan paling mendasar. Yakni, dari mana galaksi berasal dan bagaimana alam semesta terbentuk pada awalnya.

“Karbon di tubuh kita, silikon di komputer, perhiasan emas yang kita berikan pada pasangan, seluruhnya merupakan barang-barang yang diproduksi saat galaksi kita lahir,” kata Riccardo Giovanelli, profesor astronomi asal Cornell, dan ketua tim pengembang CCAT, seperti dikutip dari Space, Kamis 6 Januari 2011. “Hal-hal seperti inilah yang akan dieksplorasi menggunakan CCAT”.

Giovanelli menyebutkan, untuk dapat memahami proses pembentukan bahan-bahan yang dinikmati sekarang, perlu mengetahui bagaimana alam semesta terbentuk.

Robot Evolta Berjalan 500 Km dengan 2 Baterai -AA

TOKYO - Seringkali orang mencibir kekuatan daya tahan baterai ukuran AA. Panasonic, selaku produsen baterai mencoba untuk membuktikan kekuatan baterai keluarannya melalui sebuah robot.

Panasonic mengembangkan sebuah robot, Evolta yang diklaim mampu berjalan sejauh 500 kilometer yang digerakan oleh 12 buah baterai AA. Evolta melakukan perjalanan menjelajahi Jepang, yang dimulai dari kota Tokyo. Demikian dilansir Softpedia, Minggu (28/11/2010).

Evolta memang sengaja dikembangkan Panasonic yang ditujukan untuk keperluan ujicoba baterai. Evolta dilengkapi dengan roda yang bisa membuatnya berjalan.

Rencana perjalanan Evolta diperkirakan akan memakan waktu sekira dua bulan. Namun demikian belum disebutkan jadwal resmi ujicoba Evolta.

Hindari Kiamat 2012? Bermukimlah di Bugarach Prancis

LONDON - Banyak prediksi dan ramalan yang menyatakan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2012, ramalan yang paling banyak diyakini adalah milik Nostradamus dan juga ramalan Bangsa Maya.

Beberapa "pengarang eklektik" mengklaim bahwa perubahan besar-besaran dunia akan terjadi bertepatan dengan pegelaran Olimpiade di London dan juga perayaan “Queen Elizabeth Diamond Jubilee”, merupakan perayaan ke-60 kekuasaan monarki Ratu Elizabeth, pada 2012 mendatang.

Menurut beberapa orang, pada tahun 2012 merupakan "tahun perubahan spiritual". Teori hari kehancuran ini dikutip dari buku terbitan tahun 1995, The Mayan Prophecies, yang terkait dengan kalender Bangsa Maya dengan periode perputaran matahari. Para tetua Bangsa Maya sendiri membantah akan hal tersebut. Sementara buku lainnya yang jadi acuan adalah The Nostradamus Code, buku yang menceritakan tentang bencana yang disebabkan oleh komet, yang membuat anti-Kristus untuk menebarkan pasukannya di seluruh dunia dengan menggunakan kedok bantuan dalam upayanya mempersiapkan perang nuklir.
 

Saturday, January 1, 2011

Rusia Akan Bangun Kota di Bawah Tanah

Sebuah perusahaan arsitektur Rusia memaparkan rencana detail mereka untuk membangun sebuah kawasan yang disebut sebagai ‘mega city’ ramah lingkungan. Kota itu sendiri rencananya akan dibangun di bawah tanah. Jika tidak ada aral melintang, kota tersebut akan dibangun di bekas sebuah tambang di kawasan Siberia timur. Tambang yang bersangkutan memiliki diameter lebih dari satu kilometer dan dengan kedalaman 550 meter.

Seperti dikutip dari TG Daily, 17 November 2010, sebuah kubah kaca akan dibangun di atas kota itu. Tujuannya adalah untuk melindungi metropolitan bawah tanah dari musim dingin yang beku di Siberia serta suhu yang sangat tinggi di musim panas. Kubah kaca yang dibangun di atasnya juga disebutkan akan dilapisi oleh lapisan photovoltaic cell. Lapisan ini mampu menyimpan energi matahari dalam kuantitas besar.

Olympus Mons, Gunung Tertinggi di Jagat Raya




Puncak gunung Everest tingginya mencapai 8.848 meter dan disepakati sebagai gunung tertinggi di planet Bumi. Akan tetapi, Everst tidak ada apa-apanya dibanding Olympus Mons, gunung yang ada di planet Mars.

Dengan tinggi hingga mencapai 14 mil, atau sekitar 22.530 meter, Olympus Mons yang merupakan gunung berapi di planet Mars saat ini juga menjadi gunung tertinggi yang pernah terdeteksi di seluruh tata surya hingga saat ini. Saking tingginya, jika seorang pendaki gunung berdiri di kaki Olympus Mons, ia tidak akan mampu melihat puncak gunung itu.

“Gunung raksasa ini diperkirakan terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya gunung-gunung di planet Bumi, yakni berdiri di titik di mana batu-batuan panas dari bagian dalam planet terlontar ke atas,” kata David Baker dan Todd Ratcliff, peneliti dari Goddard Space Flight Center dan Kennedy Space Center NASA pada laporannya, seperti dikutip dari Extremesolarsystem, 31 Desember 2010.

Meski demikian, gunung Olympus Mons masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi dengan cara yang berbeda dengan gunung berapi di planet Bumi karena planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik.

Terrafugia Transition (Mobil yang bisa terbang)

Terrafugia Transition adalah mobil pesawat besutan para ilmuwan MIT yang bisa akan mendefinisikan ulang konsep perjalanan cepat jarak jauh, langsung dari pintu ke pintu. Mobil terbang ini dijual lebih murah dari sebuah Lamborghini - seharga U$200 ribu itu, ditenagai mesin berkekuatan 100 tenaga kuda dan dilengkapi dengan parasut dan kantung udara untuk keamanannya.

Saat dikendari menjadi mobil, sayapnya bisa dilipat, namun saat hendak diterbangkan, sayapnya bisa dikembangkan. Cuma butuh landasan pacu sepanjang 500 m untuk menerbangkan mobil pesawat ini. Kemudian, Transition bisa membawa dua orang penumpangnya (kapasitas muatan 200 kg) untuk terbang sejauh 760 km dengan kecepatan 105 mil per jam atau 169 km per jam. 
Sumber : Vivanews.com

Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'

Atom adalah partikel terkecil, begitu ilmu pengetahuan mengajarkan. Tapi sesudah tahun 1900-an para ahli menemukan bahwa masih ada yang lebih kecil lagi dari Atom yakni Inti Atom. Belakangan, ketika ilmu pengetahuan terus melaju, para ilmuwan kemudian menemukan bahwa Inti Atom itu masih bisa dipecah lagi. Begitu seterusnya.

Dan kini para ahli sudah sampai pada sebuah partikel terkecil yang disebut Higgs Boson. Dan Higgs Boson inilah yang disebut sebagai ibu dari segala partikel yang diyakini pertama kali membentuk jagad raya. Para ahli bumi menyebut Higgs Boson sebagai "partikel Tuhan".

Sejumlah ahli kini terus berusaha menemukan partikel ini. Bahkan, menempati urutan pertama dalam daftar resolusi sains 2011. "Jika alam baik pada kita, 'partikel Tuhan' akan ditemukan tahun 2011," kata fisikawan, Christoph Rembser kepada LiveScience.